Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah artikel menarik tentang laporan keuangan sebuah perusahaan otomotif raksasa yang berasal dari Eropa. Dalam artikel dikatakan bahwa perusahaan otomotif tersebut mengeluarkan pernyataan mengenai penjualan perusahaan mereka yang turun, namun profit mereka meningkat. Pernyataan inilah yang menjadikan artikel ini menarik. Apa bisa sebuah perusahaan mengalami kenaikan profit dalam kondisi dimana penjualan mereka turun? Jawabannya? Tentu saja bisa! Apa kira-kira penyebabnya? Penyebabnya adalah efisiensi.
 

Formula Profit

 
Formula atau Rumus Perhitungan Profit:

Profit = Pendapatan – Biaya

 
Catatan:

  • Pendapatan berasal dari penjualan
  • Profit diperoleh ketika pendapatan lebih tinggi dari biaya

Dari formula profit di atas, terlihat bahwa ada 2 variabel yang mempengaruhi profit, yaitu pendapatan dan biaya.

Dalam kasus pada perusahaan otomotif di atas, yang terjadi adalah penjualan mereka memang turun, sehingga menyebabkan pendapatan mereka juga turun. Namun di sisi yang lain, efisiensi atau penghematan yang mereka lakukan jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan yang mereka alami.
 

Contoh Perhitungan Profit

 
Berikut contoh perhitungan profit sederhana:

Data Semester I

    • Penjualan = 100 unit
    • Harga Produk Per Unit = 150.000.000
    • Pendapatan = 100 x 150.000.000 = 15.000.000.000
    • Biaya Total = 10.000.000.000
    • Profit = 15.000.000.000 – 10.000.000.000 = 5.000.000.000

 
Data Semester II

    • Penjualan = 80 unit (menurun dari semester I)
    • Harga Produk Per Unit = 150.000.000
    • Pendapatan = 80 x 150.000.000 = 12.000.000.000 (menurun dari semester I)
    • Biaya Total = 6.500.000.000 (menurun dari semester I)
    • Profit = 12.000.000.000 – 6.500.000.000 = 5.500.000.000 (meningkat dari semester I)

 
Dari contoh perhitungan sederhana di atas, terlihat bahwa tingkat efisiensi lebih besar dari pada penurunan tingkat penjualan.

    • Penurunan Penjualan = 20%
    • Tingkat efisiensi = 35%

 
Jadi, betapa hebat pengaruh efisiensi terhadap profit, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesuksesan, bahkan eksistensi perusahaan. Karena, sekali lagi,

Dalam kondisi penjualan menurun sekalipun, dengan efisiensi, perusahaan masih tetap bisa memperoleh profit, bahkan peningkatan profit

 

Kesimpulan

 
Banyak perusahaan yang terlalu berfokus pada penjualan, penjualan dan penjualan, tidak ada kata lain selain penjualan. Sangat berbahaya ketika sebuah perusahaan hanya berfokus pada penjualan, karena ketika kondisi ekonomi turun, dimana daya beli konsumenpun juga ikut turun, pasti penjualan juga akan secara otomatis turun. Di sisi lain, efisiensi seringkali diabaikan, padahal efisiensi bisa dikatakan hampir seluruhnya di bawah kendali manajemen, faktor eksternal perusahaan tidak berpengaruh signifikan, sehingga berhasil tidaknya program efisiensi tergantung hanya pada kebijakan manajemen.

Penjualan memang menjadi faktor utama dalam keberlangsungan hidup atau eksistensi dan kesuksesan sebuah perusahaan, namun,

Setinggi apapun tingkat penjualan, jika perusahaan boros, kenaikan profit tidak akan signifikan

Formula profit terbaik untuk memperoleh kenaikan profit yang signifikan adalah:

Tingkatkan Penjualan Dan Efisiensikan Biaya

Jadi, kesimpulannya:

Seimbangkan fokus perusahaan, antara penjualan dan efisiensi

 

Apakah perusahaan Anda sudah efisien? Jika perusahaan Anda sangat boros dalam beroperasi, atau, jika Anda ingin membuat program efisiensi perusahaan yang hasilnya berdampak signifikan terhadap peningkatan profit, silahkan konsultasikan dengan kami atau ikuti salah satu Program Manajemen kami, yaitu Program Peningkatan Efisiensi Biaya (Cost Efficiency Program)

Demikian artikel manajemen singkat kami tentang Antara Penjualan Dan Efisiensi. Terima kasih.

Sukses selalu.

PT. Masen Putra Indonesia

“Excellence For Excellent”

PT. Masen Putra Indonesia | Konsultan Manajemen Dan Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *