Bagaimana cara meningkatkan penjualan? Kenapa sangat sulit untuk meningkatkan penjualan? Bagi para pelaku usaha pertanyaan-pertanyaan ini pasti sering sekali muncul dan kita pasti berusaha keras untuk mencari akar permasalahan (root cause) dan solusi atau jawaban dari pertanyaan tersebut.
 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penjualan

 
Tingkat penjualan, seperti kita ketahui, ditentukan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik itu faktor internal perusahaan, maupun faktor eksternal perusahaan. Secara garis besar, adalah:

  1. Faktor Internal Perusahaan
    • Kualitas Produk
    • Strategi Penjualan dan Strategi Pemasaran
    • Dan lain-lain
  2. Faktor Eksternal Perusahaan
    • Kompetitor
    • Makro Ekonomi (Daya Beli, Inflasi, Dan lain-lain).
    • Dan lain-lain

Catatan:
Yang kami maksud dengan strategi penjualan di artikel ini bukan merupakan strategi pemasaran. Strategi penjualan (sales) jelas berbeda dengan strategi pemasaran (marketing). Banyak dari kita menyamakan pengertian antara penjualan dengan pemasaran. Dalam strategi pemasaran, kualitas produk menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan (Bauran Pemasaran atau Marketing Mix). Sementara strategi penjualan benar-benar berfokus pada bagaimana cara melakukan konversi dari strategi pemasaran yang telah ditetapkan menjadi penjualan produk.

Dari faktor-faktor di atas, ada satu faktor yang menurut kami harus menjadi perhatian utama dan fundamental yang menentukan tingkat penjualan produk dan sebagai syarat mutlak kesuksesan sebuah produk di pasaran, yaitu kualitas produk.
 

Kualitas Produk Sebagai Syarat Mutlak Kesuksesan Produk

 
Kenapa kami sebut kualitas produk sebagai syarat mutlak kesuksesan sebuah produk? Karena sebaik apapun kondisi perekonomian dengan daya beli konsumen yang kuat, dan sehebat apapun strategi penjualan, jika produk yang kita jual tidak memiliki kualitas yang sesuai dengan standar keinginan konsumen, produk tersebut tidak akan bertahan lama di pasaran, apalagi dengan tingkat persaingan bisnis yang sangat tinggi seperti sekarang ini, dimana banyak sekali pilihan produk pesaing dengan berbagai macam benefit tambahan yang ditawarkan kepada konsumen.

Jika diamati belakangan ini, banyak sekali pelaku usaha yang terlalu mengandalkan atau bertumpu pada kekuatan strategi penjualan dalam memenangkan persaingan pasar. Perlu disadari, jika kualitas produk tidak baik, kenaikan penjualan yang kita targetkan pasti tidak akan tercapai, atau, kalaupun tercapai karena hebatnya strategi penjualan, sifatnya hanya sementara, karena pada akhirnya akan kembali lagi kepada keputusan konsumen, setelah pengalaman mereka membeli produk. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, pada akhirnya, bukan hanya target penjualan yang tidak tercapai, tapi kerugian perusahaan juga sudah pasti terjadi. Sekali lagi, kualitas produk tetap merupakan faktor utama dan fundamental sebagai syarat mutlak kesuksesan sebuah produk di pasaran.
 

Hal Yang Perlu Diperhatikan Terkait Kualitas Produk

 
Ada 2 hal utama yang perlu diperhatikan terkait dengan kualitas produk, yaitu:

  1. Standarisasi kualitas produk yang sesuai keinginan pasar
  2. Konsistensi dalam menjaga standar kualitas produk

Mengenai standarisasi kualitas produk, sebagai pelaku usaha, anda pasti sudah melakukan berbagai survei untuk mengetahui kualitas produk seperti apa yang diinginkan oleh market target anda. Setelah mengetahui standar kualitas produk yang diinginkan oleh market target, pertanyaan penting selanjutnya adalah bagaimana konsistensi dalam menjaga kualitas produk agar sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan oleh market target?

Kualitas produk yang bervariasi, tentu sangat kontraproduktif terhadap usaha untuk meningkatkan penjualan.

Kualitas produk haruslah sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan dan haruslah terus dijaga pada standar kualitas tersebut, tidak boleh ada variasi kualitas

Catatan:
Variasi kualitas bukan merupakan variasi produk. Yang dimaksud dengan variasi kualitas di sini adalah ketidakseragaman kualitas produk yang dihasilkan, atau dengan kata lain, kualitas produk yang dihasilkan tidak standar.
 

Cara Menjamin Standar Kualitas Produk

 
Untuk menjamin kualitas produk sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan, yaitu:

  • Bahan baku. Menentukan dan menjamin ketersediaan bahan baku atau material yang sesuai dengan standar kebutuhan produk. Menjamin ketersediaan bahan baku di sini, maksudnya adalah ketersediaan secara internal, bukan kelangkaan bahan baku di pasaran atau akibat faktor eksternal perusahaan.
  • Proses produksi. Menentukan dan memastikan bahwa tahapan-tahapan aktivitas atau proses produksi dilaksanakan dengan benar, tepat dan konsisten.
  • Sumber Daya Manusia (SDM). Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan SDM, khususnya yang terkait dengan kegiatan produksi, agar selalu konsisten dalam menjaga kualitas produk. Di sini juga termasuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menjaga dan merawat mesin atau alat-alat yang digunakan dalam proses produksi.

 
Dalam rangka mengimplementasikan ketiga tindakan tersebut di atas dengan benar, tepat dan konsisten, sebagai langkah awal, ada dokumen wajib yang harus dibuat yaitu Standard Operating procedure (SOP). Silahkan baca kembali artikel manajemen kami tentang Pengertian SOP.

Catatan:
Pembuatan SOP tidaklah semudah dan sesederhana yang kita pikirkan. Pembuatan SOP tidak hanya menulis kembali tahapan aktivitas atau proses dari A sampai Z. Pembuatan SOP harusnya mencari cara paling efektif dan efisien dalam pelaksanaan setiap tahapan aktivitas atau proses. Disamping itu, SOP haruslah selalu menyertakan perbaikan (improvement) dalam tahapan aktivitas atau proses yang dilaksanakan, dan secara periodik SOP harus terus ditinjau ulang, apakah masih relevan atau tidak dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan, seperti distribusi bahan baku dan produk, tuntutan pasar dan lain sebagainya.
 

Kesimpulan

 
Agar berhasil dalam meningkatan penjualan, khususnya dari sisi faktor internal, dan lebih spesifik lagi dari sisi produk, berikut saran proses yang perlu Anda lakukan:

  1. Ketahui kualitas produk seperti apa yang sesuai dengan keinginan konsumen.
  2. Buat standar kualitas produk berdasarkan keinginan konsumen.
  3. Buat SOP untuk memastikan dan menjamin kualitas produk tetap standar dan tidak ada variasi.
  4. Fokus pada strategi penjualan.

Catatan:
Proses ini akan terus berulang mengikuti perubahan kebutuhan dan keinginan pasar. Artinya, jika terjadi perubahan kebutuhan dan keinginan pasar, kita akan memulai lagi dari tahap 1, dan kemudian berurutan sampai tahap 4, begitu seterusnya. Tahapan-tahapan proses ini harus dilaksanakan secara berurutan, jangan sampai tertukar, misalnya, jangan berfokus pada strategi penjualan (tahap 4) terlebih dahulu, jika kualitas produk masih belum standar (tahap 3).

Ingat,

Sehebat apapun strategi penjualan, tidak akan bisa meyelamatkan produk dengan kualitas buruk

 

Kualitas produk Anda bervariasi? Anda ingin membuat SOP agar kualitas produk standar dan tidak bervariasi? Atau, mungkin perusahaan Anda sudah memiliki SOP namun implementasi SOP tidak efektif? Silahkan konsultasikan dengan kami, atau ikuti salah satu Program Manajemen kami, yaitu Program Pengembangan Sistem (System Development Program).

Demikian artikel manajemen singkat kami tentang Variasi Kualitas. Terima kasih.

Sukses selalu.

PT. Masen Putra Indonesia

“Excellence For Excellent”

PT. Masen Putra Indonesia | Konsultan Manajemen Dan Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.